Jumat, 10 Oktober 2014

CARA MEMILIH DOD JANTAN DAN BETINA

Cara mudah membedakan anak itik (DOD) jantan dan betina

cara mudah membedakan DOD jantan dan betina
Memilah anak itik jantan dan betina (sexing) wajib kuasai oleh orang-orang yang terjun didunia budidaya itik terutama pembibitan. Karena anak itik jantan dan betina djual dengan harga yang jauh berbeda.
Berikut adalah cara memilah kelamin anak itik :
1.Hand sexing
Adalah cara memilah kelamin anak itik dengan cara membuka anus/kloaka. Jika terdapat benjolan kecil dianus maka anak itik ini berkelamin jantan, jika tidak ada maka berkelamin betina. Sexing dengan cara ini memiliki tingkat akurasi/ketepatan yang tinggi, tapi sedikit repot dan makan waktu lumayan lama. Bayangkan jika yang dipilah berjumlah ratusan atau bahkan ribuan.

2.Bend sexing
Adalah memilah kelamin anak itik dengan memperhtikan tingkah anak itik. Termasuk dalam cara ini adalah membedakan warna bulu dan paruh anak itik. Bulu anak itik jantan lebih gelap dan kasar daripada anak itik betina. Warna paruh anak itik jantan abu-abu kehitaman, sedang anak itik betina lebih terang mirip warna bawang merah (bhs jawa : mbrambang). Dengan cara ini akan lebih mudah dan cepat dibanding cara nomer 1 /hand sexing. Namun jika ada keraguan maka cara nomer 1 dilakukan.

3.Voice sexing
Adalah pemilahan kelamin anak itik dengan membedakan suara yang dikeluarkan anak itik. Anak itik jantan bersuara serak, sedangkan anak itik betina nyaring. Cara ini membutuhkan latihan dan konsentrasi.

Demikianlah cara memilah kelamin anak itik yang baru menetas. Saya lebih suka menggunakan cara nomer 2/dengan membedakan warna paruh dan bulu karena lebih mudah dan cepat. Namun ada sedikit kejadian warna paruh sulit dibedakan, kalau terjadi demikian saya gunakan cara nomer 1/hand sexing untuk lebih meyakinkan.

Semoga bermanfaat.

KARKAS BESERTIFIKAT HALAL MUI

KARKAS BEBEK
KAMI SELAIN MELAYANI PENJUALAN DOD,BEBEK SIAP TELUR ATAUPUN AFKIR. KAMI JUGA MEMPUNYAI RUMAH POTONG UNGGAS YANG TELAH BERSERTIFIKAT HALAL MUI. SERTA DENGAN PENGALAMAN BERTAHUN2 DALAM PEMOTONGAN BEBEK MENJADIKAN BDAGING BEBEK KAMI BERSIH SEPERTI HALNYA DAGING AYAM. BERBAGAI RESTO DIIANDONESIA TELAH MENJADI LANGGANAN KAMI, KARENA KAMI MELAYANI PENJUAALAN KESELURUH WILAYAH INDONESIA DAN SIAP MENERIMA ORDER DENGAN JUMLAH TAK TERBATAS DAN DENGAN UKURAN DAN JENIS SESUAI KEBUTUHAN PELANGGAN.
UNTUK INFO LENGKAP BISA KONTAK KAMI DI:
DIDIK ARIYANTO
HP: 082242303895
PIN BB : 28e991f9

TERNAK BEBEK SECARA INTENSIF



            Di Indonesia, ternak itik merupakan ternak unggas penghasil telur yang cukup potensial disamping ayam. Kelebihannya itik lebih tahan penyakit dibanding ayam ras.
            Umumnya, itik dipelihara petani masih secara tradisional, peternak menggiring ternaknya secara berpindah-pindah dari sawah satu ke sawah yang lain. Pemeliharaan itik dengan cara digembalakan akan menghadapi resiko keracunan pestisida.


LATAR BELAKANG
Masih banyaknya keluhan masyarakat akan kualitas telur itik yang kurang memuaskan, hal itu terlihat dari banyaknya orang yang memelihara itik dengan seenaknya tanpa memperhatikan kesehatan itik, kebersihan kandang, pakan yang paling utama, kurangnya pengetahuan tentang cara memelihara itik, akibatnya itik menjadi stres dan tidak mau bertelur.


PASARAN TERNAK ITIK
A.    Telur Itik
Telur berwarna hijau kebiru-biruan ini merupakan produk utama dari peternak itik. Telur ini sebagian komoditas terbagi menjadi dua macam, yaitu telur konsumsi dan telur tetas.
Sebagai barang yang dikonsumsi, telur itik banyak diperdagangkan baik dalam keadaan segar maupun olahan. Telur asin merupakan salah satu bentuk olahan dari telur itik.
Sebagai telur tetas, peternak harus memelihara beberapa pejantan agar telur yang dihasilkan dapat ditetaskan. Keuntungannya adalah peternak tidak perlu meramu ransum, hanya menyediakan dedak saja. Itik yang digembalakan telah mendapat ransum dari rawa-rawa atau sawah yang kaya akan tumbuhan air, ikan-ikan kecil, cacing dan keong.
Pemasaran telur konsumsi dan telur tetas tidak terlalu banyak masalah dan membuat pusing.
B.     Bibit Itik
Bisnis dalam peternakan itik ternyata tidak hanya terbatas pada telurnya saja. Dengan bermodalkan alat-alat penetasan ( baik yang alami maupun buatan, kita dapat menjadi produsen bibit anak itik ( DOD )). Harga jual bibit jauh lebih tinggi daripada harga telur itik, sekalipun meri tersebut baru saja memecahkan kulit telur penyelubung dirinya. Kalau harga DOD bisa Rp. 2.300,00 sampai Rp. 2.500,00 per ekornya. Harga jual bibit umur 1-4 minggu menjadi lebih menggiurkan lagi karena bisa mencapai Rp. 4.000,00 per ekornya. 
C.     Itik Dara
Menjadi produsen itik dara juga member suatu peluang bisnis yang menarik bagi peternak itik. Itik dara yang berumur 4-6 bulan yang siap bertelur paling banyak dicari peternak itik. Harga jual itik dara juga cukup tinggi, diakhir tahun 1998 bahkan bisa mencapai Rp. 20.000,00 – Rp. 22.000,00 / ekor. 
D.    Itik Pedaging
Daging itik merupakan makanan yang lezat cita rasanya jika yang memasak cukup berpengalaman. Tidak itu saja, kandungan gizinya juga setara dengan daging ayam dan ternak lainnya.
Penetasan itik, selalu ditemukan 50% jantan. Oleh karena itu, bila itik jantan yang 50% ini memanfaatkan secara optimal sebagai penghasil daging, tentu akan lebih menguntungkan lagi.
Di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan masyarakatnya gemar makan daging itik, pasaran daging itik konon sampai bersaing ketat dengan daging ayam Buras dan ayam Broiler.
E.     Bulu Itik
Bulu itik yang halus bisa menjadi salah satu mata dagang ekspor yang dapat menghasilkan devisa yang cukup lumayan. Bulu itik juga dibutuhkan untuk campuran pakan ternak. Selain itu, bulu itik biasanya dimanfaatkan sebagai pengisi mainan anak, bantal, mantel dan lain-lain.
F.      Faeces ( Kotoran )
Kotoran itik dapat mendatangkan keuntungan karena dapat digunakan sebagai pupuk. Berdasarkan analisa kimia, setiap ton kotoran itik memberi hasil 22 lbs (9,99 kg) Nitrogen (N), 29 lbs (13,17 kg) Asam Fasfat dan 10 lbs (4,54 kg) Potash (K).

A.    Indian Runner ( Anas Javanica )
Itik jenis lazim pula disebut dengan itik Jawa disebut demikian karena itik ini tersebar dan berkembang di daerah-daerah pulau Jawa.
1.      Itik Karawang
Itik ini disebut juga itik Cirebon, karena selain dipelihara di Karawang dan Bekasi itik ini juga banyak berkembang di Cirebon. Itik ini mempunyai bulu kecoklatan.
2.      Itik Mojosari
Itik Mojosari merupakan itik petelur unggul, apabila itik Mojosari digembalakan di area sawah yang subur. Itik ini mampu menghasilkan telur 200 butir/ekor/tahun. Bila dipelihara dengan intensif, produksi telurnya bisa meningkat rata-rata 265 butir/ekor/tahun.
Warna bulu itik jantan dan betina jenis ini tidak berbeda. Tetapi diantara jenis kelamin ini adalah 1-2 ekor yang melengkung ke atas pada itik jantan.
3.      Itik Tegal
Itik Tegal mempunyai ciri khas yaitu bentuk badan tegak lurus ( tidak horizontal ). Pada saat berjalan dan jika dilihat dari arah kepala leher, punggung sampai ke belakang bentuknya menyerupai botol.
Warna bulu itik Tegal cukup berfariasi tetapi warna yang paling banyak dijumpai adalah kecoklat-coklatan atau total-total kecoklatan. 
4.      Itik Magelang
Itik Magelang mempunyai kemampuan produksi telur hingga 200-230 butir/ekor/tahun. Mempunyai badan yang cukup besar dan ciri khas yang paling utama adalah di lehernya terdapat warna putih melingkar seperti kalung sehingga disebut juga itik kalung.
B.     Itik Bali atau Itik Pinguin ( Anas Sp )
Itik Bali disebut juga itik penguin karena bentuk tubuhnya yang hampir tegak berdiri seperti penguin. Memiliki ciri khas jambul pada bagian kepalanya yang kecil, itik ini dapat pula dimanfaatkan sebagai unggas hias selain sebagai itik petelur.
C.     Itik Alabio ( Anas Platurynchos Borneo )
Itik Alabio disebut juga itik Banar, itik ini banyak dikembangkan di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Utaran dinamakan itik Alabio karena itik yang berasal dari Amuntai – Kalimantan Selatan ini banyak dipasarkan di Kecamatan Alabio. Ciri itik ini adalah bentuk tubuhnya membuat garis segitiga dengan kepala yang kecil.
D.    Itik Khaki Campbell
Itik ini merupakan hasil silangan itik Jawa dengan itik Roven dari Perancis. Nama itik ini diambil dari warna bulunya ( warna khaki ) dan nama penemu itik ini yaitu Mrs. Adale Campbell. Kemampuan bertelur itik ini mencapai 330 butir/ekor/tahun dan memiliki daya tahan hidup yang kuat.
E.     Itik CV 2000 – INA
Itik yang berasal dari Cherry Valley Farm Inggris ini mulai diadaptasikan dengan iklim di Indonesia pada bulan November 1993 oleh sebuah usaha peternakan di Bogor. Baru awal 1995, bibit komersialnya dilepas dipasaran dengan nama CV 2000 – INA.

PERKANDANGAN
A.    Pemilihan Lokasi
Lokasi yang baik untuk memelihara adalah di tempat yang cukup jauh dari suara yang gaduh dan aman dari lalu lalang orang/kendaraan. Jika terlalu gaduh akan menyebabkan itik mudah stres sehingga malas bertelur.
B.     Bahan Dan Prasarana Kandang
Untuk menghemat biaya kita bisa menggunakan bambu yang sudah tua untuk digunakan sebagai kerangka bangunan, pagar dan lantai. Atap kita bisa menggunakan alang-alang ijuk, rumbia atau bahan lainnya.
C.     Jenis Kandang
1.      Kandang Boks Untuk Anak Itik
Untuk anak itik yang masih berumur 0 hari ( DOD ) samapai 3 minggu bisa di tempatkan dalam kandang bentuk boks. Kandang boks ini dapat dibuat dari papan atau bambu dengan luas 1 m2, kandang boks ini dapat menampung 50 ekor anak itik ( DOD ).
2.      Kandang Untuk Itik Dara dan Dewasa
a.       Kandang Battery
Kandang ini bentuknya sama persis dengan kandang ayam petelur yakni dibuat petakan-petakan kandang kecil yang disusun berderet. Setiap petakan kandang hanya diisi satu ekor itik.
b.      Kandang Koloni Sistem Potsal
Kandang yang seluruh ruangannya dinaungi atap. Sehingga seluruh kegiatan itik mulai dari makan, minum, bertelur, istirahat sampai tidur di malam haripun dilakukan di dalam kandang.
c.       Kandang Koloni Sistem Ren
Kandang koloni sistem ren mempunyai dua ruangan kandang yang fungsi yang berbeda. Ruangan pertama merupakan tempat bagi itik untuk tidur, istirahat dan bertelur. Sedangkan ruangan kedua merupakan tempat bagi itik untuk makan, minum dan bercengkerama disiang hari.

PAKAN
A.    Bahan Pakan Alternatif
Pakan alternatif yang diberikan dapat terdiri dari bahan baku yang ditambah konsentrat (campuran bahan-bahan yang berkadar protein tinggi, tetapi berenergi rendah). Bahan pakan yang dapat dipilih antara lain dedak/bekatul, jagung tepung ikan, bungkil kedelai, bungkil kelapa, ampas tahu, daging kelapa/kopra, sargum dan menir.

Usaha pencegahan terhadap penyakit secara ekonomis akan lebih menguntungkan dibandingkan usaha pengobatan karena selain harga obat mahal, usaha pengobatan itu sendiri belum tentu bisa menyembuhkan.
Cara terbaik untuk menghindari penyakit adalah dengan memelihara itik dalam kandang yang memadai, baik sanitasi maupun luasnya, selain pakan yang mencukupi jumlah gizi dan kesegarannya.

KHURSUS PENETASAN TELUR BEBEK DARAT

PENETASAN UNGGAS BEBEK SAFARI

DIDALAM BETERNAK BEBEK MAUPUN AYAM SANGAT DIBUTUHKAN BIBIT UNGGAS YANG BERKUALITAS.DAN BANYAK DARI PARA PETERNAK YANG TIDAK TAHU CARA MENETASKAN ATAU INGIN MEMBUKA USAHA PENETASAN UNGGAS, OLEH KARENA ITU KAMI MEMBUKA KURSUS PENETASAN UNGGAS KEPADA REKAN2 PETERNAK.AKAN KAMI KASIH TRIK2 DAN RAHASIA2 KAMI AGAR DOD YANG DIHASILKAN BERKUALITAS DAN BERDAYA TAHAN TINGGI.
BIAYA KURSUS TETAS SEBESAR RP 1.500.000,DENGAN MATERI:
  • TATA CARA MEMILIH TELUR YANG BAIK UNTUK DITETASKAN
  • TATA CARA MENYETEL MESIN TETAS
  • TATA CARA MEMILIH TELUR YANG FERTIL DENGAN YANG TIDAK FERTIL
  • RHASIA AGAR TETASAN BERHASIL
SERTA AKAN MENDAPATKAN SEBUAH MESIN TETAS UKURAN 350BUTIR LENGKAP DENGAN TERMOSTAT,TERMOMETER UNTUK DIPRAKTEKKAN DIRUMAH, SERTA LAYANAN KONSULTASI SEUMUR HIDUP.

INFO LENGKAP:
082242303895
DIDIK ARIYANTO

CARA MUDAH MENETASKAN TELUR BEBEK

Cara Terbaik Menetaskan Telur Bebek

cara menetaskan telur bebek
Dahulu, proses penetasan telur bebek berlangsung secara alamiah. Namun saat ini, proses tersebut menjadi sesuatu yang penting bagi mereka yang menjalani usaha di bidang peternakan bebek sehingga tak hanya diserahkan pada proses yang benar-benar alamiah saja. Selain itu, penetasan secara alami tidak bisa memenuhi kebutuhan jumlah bebek dalam sebuah peternakan. Proses penetasan telur sangat penting sebab kualitas bebek yang hendak diternakkan bergantung penuh pada cara peternak menangani penetasan telur tersebut. Pada dasarnya ada beragam cara menetaskan telur bebek. Tapi boleh jadi penggunaan mesin incubator adalah metode yang paling banyak digunakan oleh peternak bebek khususnya di Indonesia.

Proses penetasan telur bebek sesugguhnya tak hanya dimulai dari tahapan dimana telur dimasukkan ke dalam mesin incubator. Pemilihan telur yang benar juga mutlak dimasukkan ke dalam bagian proses tersebut agar bebek yang dihasilkan jauh lebih berkualitas. Adapun ciri-ciri telur bebek yang baik diteteskan adalah sebagai berikut:
  • Pilih telur bebek yang warnanya tidak terlalu biru atau terlalu putih sebab telur yang demikian biasanya memiliki DOD yang kecil serta susah untuk ditetaskan. Kalaupun berhasil, anak bebek yang dihasilkan biasanya mengalami gangguan seperti kelumpuhan.
  • Telur bebek yang hendak diteteskan sebaiknya tidak lebih dari 4 hari sebab di atas daripada itu, biasanya kualitasnya sudah tak baik.
  • Pilih telur bebek yang permukaan kulutnya halus tanpa cacat dengan ketebalan kulit telur yang merata agar proses penetasan bisa berlangsung secara serentak. 
Setelah Anda mendapatkan telur bebek berkualitas yang hendak ditetaskan, berikut cara menetaskan telur bebek dengan menggunakan mesin incubator:
  • Pertama yang harus Anda lakukan tentunya mengatur suhu di dalam incubator trsebut. Untuk telur bebek yang berumur 1 hingga 24 hari, suhu yang tepat adalah 38 derajat celcius. Sementara telur yang memasuki usia 25 hingga 28 hari memerlukan suhu sekitar 34 derajat celcius. 
  • Kedua, aturlah tingkat kelembaban di dalam mesin incubator tersebut. Hari pertama hingga hari ke 24, kelembaban harus di antara 55% hingga 65%. Sementara itu pada hari ke 25 hingga ke 28, kelembaban incubator sebaiknya dianikkan menjadi 76%.
  • Jika mesin incubator Anda belum dilengkapi dengan mesin yang mengatur tingkat kelembaban, Anda bisa menggunakan cara tradisional yakni dengan memasukkan bak atau baki yang telah diisi dengan air dan ditaruh tepat di bawah rak telur bebek yang hendak ditetaskan. Keberadaan baki dengan air tersebut akan membuat kelembaban dalam incubator terjaga dengan baik. Untuk menstabilkannya, telur juga bisa disemprot dengan air sebanyak 2 sampai 3 kali dalam sehari. Setelah disemprot, telur diangin-anginkan. Lakukan langkah ini saat Anda hendak membalikkan telur bebek yang ada di dalam incubator.
  • Langkah selanjutnya yang masuk ke dalam cara menetaskan telur bebek adalah tahapan pemeriksaan perkembangan telur bebek itu sendiri. Caranya cukup sederhana, Anda bisa meneropongnya dengan memakai bantuan cahaya lampu. Tahapan pemeriksaan yang pertama dilakukan pada hari ke-4, sementara itu pemeriksaan tahapan kedua dilakukan pada saat telur telah berumur 10 hari, selanjutnya pemeriksaan tahapan ketiga dilakukan saat telur Anda telah berumur 20 hari. Proses pemeriksaan ini penting untuk memeriksa telur yang mati dan segera sibuang agar tidak mengganggu telur sehat lainnya.
  • Langkah yang penting dalam proses penetasan telur bebek lainnya adalah ketelitian menjaga posisi telur bebek dengan cara membalikkannya secara teratur. Sebaiknya proses ini dilakukan pada saat Anda membuka box incubator. Pastikan hal ini dilakukan secepat mungkin sebab perubahan suhu terlalu lama di dalam mesin akan berpotensi pada kegagalan telur menetas.

CARA MEMILIH BEBEK SIAP TELUR


Memulai Usaha peternakan itik petelur sebenarnya mudah, tetapi bisa menjadi rumit jika pengetahuan tentang beternak itik itu sendiri belum di kuasai sepenuhnya, ada 2 hal yang bisa dilakukan dalam usaha ini yaitu pertama; seseorang bisa berperan sebagai investor, sehingga dalam usaha peternakan ini yang bersangkutan menyerahkan segala sesuatunya kepada mereka yang ahli atau yang berpengalaman, mengenai sistem bisa dilakukan dengan sistem bagi hasil ataupun dengan sistem gaji. sedangkan yang kedua adalah benar- benar sebagai praktisi atau sesorang yang dalam menjalankan usahanya terjun sendiri memonitor, mengawasi, mengintruksi secara langsung segala sesuatu yang berkaitan dengan usaha peternakan itik ini, kaitanya dengan usaha itik petelur ini adalah bahwa owner sangat berperan dalam memutuskan darimana bibit tersebut di datangkan, karena hal ini berkaitan dengan kualitas dan tanggung jawab terhadap barang yang dikirim.
usaha ternak itik petelur bisa dimulai dari DOD (itik baru menetas umur satu hari), ataupun dari yang siap telur, dalam hal ini perlu kehati- hatian dalam memilih itik siap telur, karena jika tidak biaya bisa terlalu tinggi, biaya tinggi tersebut bisa dari pemilihan bibit yang kurang cermat, ada 2 kemungkinan bisa itik tersebut terlalu muda, sehingga waktu bertelurnya masih lama sekali, yang kedua adalah itik tersebut sudah tua atau sudah tidak produktif lagi, ini akan menyebabkan produksi yang diharapkan tidak mencapai target yang di inginkan. untuk itu dibutuhkan pengetahuan tentang memilih bibit atau itik siap telur, ada beberapa hal yang bisa membantu mengenali ciri- ciri itik siap telur antara lain:
  1. itik siap telur mempunyai ciri pada bulunya sudah tumbuh sempurna, tidak ada bagian yang masih berbulu muda, atau bagian yang berbulu tidak sempurna. termasuk bagian pantat maupun dada, sempurna tidak ada celah. 
  2. itik siap telur mempunyai ciri pada duburnya jika di raba mempunyai ukuran sebesar 3 ruas jari, istilah jawanya supit urang, jika supit urang tersebut sudah lebar, berarti itik tersebut sudah siap bertelur, dan tidak menunggu lama lagi, sedangkan jika supit urang tersebut masih selebar satu atau dua jari maka kemungkinan bertelurnya masih cukup lama.
  3. itik siap telur mempunyai ciri pada bulu sayap sebagaian besar sudah pecah atau pada bagian siku pada sayap sudah tumbuh bulu baru dewasa, pada bagian sayap sudah ngembang, ada yang bilang sudah lurik, itu pertanda bahwa itik sudah umur lebih dari 5 bulan, dan tidak lama lagi bertelur. 
  4. itik siap telur mempunyai ciri pada bagian pantat sudah agak turun, artinya jarak antara pantat dengan tanah lebih dekat, dibanding dengan ketika masih muda, orang jawa bilang, "trombol" nya sudah turun. jika sudah demikian maka itik sudah mendekati bertelur bahkan sudah mulai bertelur.
mungkin itu beberapa ciri fisik itik yang akan siap bertelur, untuk memudahkan para peternak pemula untuk mengenalinya, agar tidak salah dalam memilihnya.
selamat beternak.....

USAHA PENGOLAHAN TELUR ASIN

Banyak cara agar telur itik bisa bertahan lama, disimpan dalam waktu tertentu, pengawetan pada telur dilakukan untuk memperpanjang masa kesegaran telur. Pada intinya proses ini dilakukan untuk mengurangi penguatan air dari dalam ke permukaan telur. Ada beberapa cara dalam usaha pengawetan telur ini.
1. Pengawetan Menggunakan Minyak Kelapa.
 Pengawetan ini dapat dilakukan dengan dua jenis minyak kelapa, yaitu minyak kelapa panas dan minyak kelapa dingin. Dengan teknik pengawetan ini, kesegaran telur dapat bertahan hingga 7 - 9 minggu. Pengawetan menggunakan minyak kelapa dingin cukup sederhana. Mula-mula bersihkan telur, lalu celupkan telur ke dalam minyak kelapa dingin hingga rata keseluruh permukaan telur. Setelah itu, letakkan telur dalam rak penyimpan telur dengan bagian tumpul telur berada diatas.
Sementara itu pengawetan menggunakan minyak kelapa panas mula-mula dilakukan dengan memanaskan minyak kelapa. Letakkan telur yang akan diawetkan dalam keranjang kawat, lalu celupkan telur ke dalam minyak kelapa panas selama 1-1,5 detik, tiriskan telur dan susun dalam rak telur dengan bagian tumpul diatas. Simpan telur ditempat bersih dan sejuk, idealnya tempat penyimpanan memiliki suhu kamar 30 derajat Celcius dan kelembapan 78,5%.
2. Pengawetan Menggunakan Garam (Pembuatan telur asin)
 Terdapat beberapa syarat telur itik yang akan dijadikan telur asin, antara lain kondisi luar telur baik (tidak retak) dan isi telur masih baik (tidak rusak atau busuk), yang dapat diketahui melalui peneropongan telur. Telur yang akan diasinkan adalah telur yang tidak dibuahi pejantan dan umur simpannya di bawah sepuluh hari, sehingga kesegarannya masih terjaga. Setelah kondisi telur dipastikan baik, sebelum dijadikan telur asin terlebih dahulu telur dicuci kemudian dikering anginkan.
Bahan dan Peralatan
* 400 butir telur itik segar
* 1 kg garam dapur bubuk beriodium
* 1 kg abu gosok
* 1 kg bubuk bata merah
* amplas
* baskom plastik ukuran besar
* kompor
* dandang
Cara Membuat
1. Campurkan garam, abu gosok, bubuk batah merah dan air. Aduk rata hingga menjadi adonan kental. Tanda adonan dapat digunakan adalah mudah menempel pada telur.
2. Cuci bersih telur kemudian amplas. Lumuri telur menggunakan adonan hingga rata, ketebalan tidak lebih dari 2 mm.
3. Simpan telur yang telah dilumuri adonan selama 10- 12 hari. Atau tergantung pada keasinan yang diinginkan. Semakin lama semakin asin.
4. Bersihkan telur dari adonan yang menyelimutinya, setelah itu sortir kembali telur dengan melakukan peneropongan, apabila tampak gelap berarti telur busuk atau rusak.
5. Kukus telur selama 4-6 jam.
Pada musim hujan, garam yang digunakan sebagai campuran adonan hanya 600 gram, karena proses penyerapannya pada saat ini lebih tinggi. Adonan tersebut dapat digunakan hingga tiga kali pembuatan telur asin.
Selamat mencoba...!!!
(sumber: beternak itik,agromedia)